AD PLACEMENT

Wadah Jiwa: Rahasia Memantaskan Diri untuk Menarik Kebahagiaan dan Petunjuk Semesta

AD PLACEMENT

Ada hukum abadi yang bekerja dalam hidup: hukum frekuensi dan vibrasi. Segala sesuatu di alam semesta bergetar, saling menarik, dan saling memengaruhi. Karena itu dikatakan, “sejenis menarik sejenis.” Inilah alasan mengapa keadaan batin kita—niat, doa, dan kesadaran—bisa memengaruhi realitas yang kita alami.

Namun pertanyaannya: bagaimana agar kita berada dalam frekuensi yang tepat, sehingga semesta mengalirkan pada kita ilmu, keberlimpahan, petunjuk, bahkan kebahagiaan?

Jawabannya adalah: memantaskan diri.

Apa Itu Memantaskan Diri?

Memantaskan diri bukan berarti kita menambahkan sesuatu dari luar, melainkan membersihkan jiwa kita agar kembali murni. Karena sesungguhnya, jiwa manusia sejak awal sudah didesain untuk menjadi saluran kesadaran, pancaran cinta, dan aliran kehidupan.

AD PLACEMENT

Dengan kata lain, jiwa adalah wadah.

Ketika jiwa bersih, aliran dari Sumber akan mengalir deras dan jernih. Tapi ketika jiwa keruh oleh ego, klaim kepemilikan, atau keterikatan, aliran itu terhambat.

Eckhart Tolle pernah berkata, “The beginning of freedom is the realization that you are not the thinker.” Kebebasan sejati dimulai saat kita sadar bahwa kita bukan pikiran, bukan juga klaim ego. Jiwa kita jauh lebih luas dari itu.

Jadi, memantaskan diri berarti mengembalikan jiwa pada keadaan aslinya—fitrah—agar ia kembali menjadi wadah yang layak untuk dialiri.

AD PLACEMENT

Jiwa sebagai Wadah

Bayangkan jiwa seperti sebuah cangkir. Cangkir yang bersih mampu menampung air jernih dengan sempurna. Tapi jika cangkir itu penuh lumpur, air yang dituangkan pun akan keruh.

Demikianlah jiwa kita. Jika jiwa penuh dengan ego, kesombongan, dan klaim “ini hasilku, ini milikku,” maka aliran kebijaksanaan akan terdistorsi. Tapi jika jiwa kosong dari ego, ia siap menampung aliran itu dengan murni.

Seorang guru Zen pernah berkata: “To receive everything, you must first be empty.” Untuk menerima segalanya, pertama-tama jiwa harus kosong.

Apa yang Menghalangi Jiwa?

Yang menghalangi jiwa bukanlah kurangnya aliran dari semesta. Aliran itu selalu ada. Yang menghalangi adalah lapisan-lapisan kotoran batin yang menutupi jiwa.

AD PLACEMENT

Contohnya sederhana: ketika seseorang merasa bahwa ilmu, karya, atau keberhasilannya adalah milik pribadinya, ia seolah menutup aliran itu. Karena dalam fitrah, manusia bukanlah sumber. Manusia hanyalah wadah.

Rumi mengingatkan, “Don’t get lost in your own story. You are not the drop, you are the entire ocean in a drop.”

Jiwa bukanlah pemilik, melainkan saluran. Begitu ia mengklaim, maka ia menjadi sempit.

Proses Undo: Membersihkan Jiwa

Memantaskan diri berarti melakukan proses undo. Kita bukan menambah, melainkan mengurangi:

Mengurangi klaim, agar jiwa kembali kosong.Mengurangi keterikatan, agar jiwa kembali bebas.Mengurangi ego, agar jiwa kembali rendah hati.

Lao Tzu menulis dalam Tao Te Ching, “In pursuit of knowledge, every day something is added. In pursuit of wisdom, every day something is dropped.”

Kebijaksanaan bukanlah tentang menambah isi wadah, melainkan membersihkan jiwa agar kembali bening.

Jiwa dalam Fitrah: Selalu Pantas

Pertanyaan penting muncul: apakah sejak awal kita sebenarnya sudah pantas?

Jawabannya: sudah.

Sejak awal jiwa kita lahir dalam keadaan fitrah, murni, dan terbuka pada aliran kesadaran. Namun seiring waktu, kita menutupi jiwa dengan ego, rasa memiliki, dan identitas semu. Itulah sebabnya jiwa terasa jauh dari Sumber.

Bayangkan sebuah cermin berdebu. Cermin itu pada dasarnya bisa memantulkan cahaya dengan sempurna. Yang perlu dilakukan bukanlah memperbaiki cermin itu, melainkan membersihkan debunya.

Begitu pula jiwa kita.

Rumi berkata: “The soul is like a clear stream. If it becomes muddy, the reflection of the moon disappears. Yet the moon is always there.”

Cahaya Ilahi selalu ada, hanya saja jiwa kita kadang keruh sehingga tak mampu memantulkannya.

Hidup sebagai Jiwa yang Menjadi Wadah

Ketika jiwa sudah dipantaskan, maka hidup menjadi aliran itu sendiri. Ilmu mengalir tanpa hambatan, kebahagiaan hadir tanpa dicari, keberlimpahan datang tanpa harus dikejar.

Deepak Chopra berkata, “When you make choices that are inspired by love rather than fear, you access the infinite supply of energy and creativity of the universe.”

Jiwa yang dipenuhi cinta adalah wadah yang sempurna. Ia memantaskan diri bukan dengan usaha keras, tapi dengan ketundukan pada aliran cinta.

Kesimpulan: Jiwa yang Kosong, Wadah yang Pantas

Memantaskan diri berarti memurnikan jiwa. Bukan menambah isi, melainkan mengosongkan dari ego dan klaim. Karena jiwa yang kosong akan kembali pada fitrahnya: wadah yang pantas dialiri kesadaran, ilmu, keberlimpahan, dan kebahagiaan.

Kita tak perlu menciptakan aliran itu, karena aliran itu sudah ada sejak awal. Tugas kita hanyalah membersihkan jiwa agar siap menampungnya.

Seperti kata Rumi: “Try to accept yourself as a hollow reed, and let the music of the Divine play through you.”

Kita hanyalah seruling kosong. Dan semakin kosong jiwa kita, semakin indah musik Ilahi yang mengalir.

Pada akhirnya, memantaskan diri bukanlah perjalanan menambah apa-apa, melainkan perjalanan kembali pulang ke jiwa yang fitrah. Jiwa yang memang sejak awal sudah pantas.

AD PLACEMENT

Saya Nurul Hidayat, pendiri Hariterbaik. Misi saya adalah membantu sahabat semua kembali terhubung dengan diri sejatinya yang bahagia dan berkelimpahan. Melalui strategi praktis berbasis spiritual wisdom untuk hidup yang lebih tenang, produktif, dan bermakna.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You might also like
Tujuan Pencarian : Mengubah Energi Pencarian Menjadi Pencerahan

Tujuan Pencarian : Mengubah Energi Pencarian Menjadi Pencerahan

Rahasia Abdullah: Guru Misterius di Balik Manifestasi dan Hukum Asumsi

Rahasia Abdullah: Guru Misterius di Balik Manifestasi dan Hukum Asumsi

Mengapa Kamu Ada di Sini ? Ini Pesan dari Semesta untuk Dirimu

Mengapa Kamu Ada di Sini ? Ini Pesan dari Semesta untuk Dirimu

8 Tahapan Kebangkitan Spiritual

8 Tahapan Kebangkitan Spiritual

Apa Itu Kebangkitan Spiritual ? dan Apa Rahasianya ?

Apa Itu Kebangkitan Spiritual ? dan Apa Rahasianya ?

Rahasia Seni Melepaskan Menjadikan Hidup Lebih Damai

Rahasia Seni Melepaskan Menjadikan Hidup Lebih Damai

AD PLACEMENT