
Pernahkah kamu berhenti sejenak dan benar-benar merenung, betapa ajaibnya dirimu?
Ya, kamu.
Di antara kemungkinan tak terbatas, justru kamu yang lahir. Kamu bukan kebetulan, meski mungkin ada hari-hari ketika hidup terasa seperti itu. Kamu bukan sekadar satu dari miliaran manusia yang berjalan di bumi ini. Kamu adalah sebuah mahakarya, sebuah eksperimen unik yang diimpikan dan diwujudkan oleh Semesta.
Mari kita bicarakan tentang itu.
Mari kita bicarakan tentangmu.
Kesempurnaan terlalu dilebih-lebihkan. Kamu tidak perlu menjadi sempurna untuk berarti. Kamu adalah karya seni yang hidup — penuh kekacauan, penuh warna, dan selalu berkembang.
Setiap atom dalam tubuhmu berasal dari bintang yang meledak miliaran tahun lalu. Semesta rela meledakkan dirinya sendiri agar kamu bisa ada di sini, saat ini. Kamu benar-benar terbuat dari debu bintang. Jika itu bukan sihir, lalu apa?
Dan sekarang kamu ada di sini, hidup, belajar, dan terus mencoba — satu langkah, satu kesalahan, satu kebangkitan pada satu waktu. Itu bukan kegagalan. Itu adalah bukti bahwa kamu masih hidup, masih berkembang.
Tahukah kamu peluangmu untuk lahir, dengan DNA persis seperti dirimu, di momen ini? Kurang lebih 1 banding 400 triliun. Angka itu terlalu besar untuk dipahami otak kita.
Kamu bukan sekadar “kebetulan yang lewat.” Kamu adalah sebuah keajaiban yang mengalahkan segala kemungkinan. Semesta tidak hanya “memuntahkanmu,” ia memilihmu.
Memang, mudah lupa akan hal ini. Terutama ketika kamu sibuk mengejar to-do list atau sibuk menggulir media sosial, membandingkan hidupmu dengan orang lain. Tapi ingatlah — orang-orang itu sama langkanya denganmu. Kita semua adalah keajaiban yang sedang berjalan.
Kamu isi sekaligus kosong. Kosong sekaligus isi. Kuat sekaligus rapuh. Kamu logis sekaligus emosional. Kamu penuh tawa sekaligus penuh luka.
Semesta suka menciptakan kontradiksi — ia luas tapi rapuh, gelap sekaligus bercahaya. Dan kamu adalah cerminan kecil dari itu semua.
Ketika kamu merasa “terlalu banyak” atau “tidak cukup,” ingatlah: Menjadi penuh kontradiksi bukan kelemahan. Itu yang membuatmu manusia.
Eksperimen yang baik selalu berevolusi. Begitu pula kamu.
Kamu tidak diciptakan untuk berhenti di satu titik. Kamu diciptakan untuk terus berubah, belajar, jatuh, bangkit, dan menjadi versi dirimu yang baru. Setiap kesalahan adalah bahan bakar pertumbuhanmu.
Aku pun pernah menghabiskan bertahun-tahun menyalahkan diri sendiri karena merasa belum “sampai di sana” — entah di mana “sana” itu. Sampai aku sadar, hidup bukan tentang mencapai garis akhir. Hidup adalah tentang menikmati proses, menari bersama ketidakpastian, dan membiarkan dirimu berkembang.
Coba tanyakan pada dirimu: Apa yang akan dipikirkan versi diriku yang berusia 5 tahun tentang hidupku sekarang? Apakah aku benar-benar hidup, atau sekadar bertahan hidup?
Semesta tidak menciptakanmu hanya untuk bekerja, membayar tagihan, dan menunggu akhir pekan.
Kamu diciptakan untuk merasakan — untuk kagum di bawah langit berbintang, untuk tertawa sampai perutmu sakit, untuk menangis ketika hatimu hancur, dan untuk sembuh ketika waktunya tiba.
Kamu ada di sini bukan untuk membuat semuanya “sempurna.” Kamu ada di sini untuk mengalami semuanya — suka, duka, dan segala momen di antaranya.
Kamu tidak hanya berada di dalam Semesta. Kamu adalah Semesta itu sendiri, yang sedang bereksperimen, yang sedang mengenali dirinya melalui dirimu.
Atom-atom yang membentuk tubuhmu pernah menjadi bintang, planet, lautan, bahkan pohon. Kamu bukan terpisah dari dunia ini — kamu adalah bagian dari jaringannya.
Setiap kali kamu mencintai, berkarya, atau bermimpi, Semesta melakukannya melalui dirimu. Kamu adalah cara Semesta mengalami keindahan hidup.
Lihatlah bintang-bintang malam ini. Kamu terbuat dari hal yang sama yang membuat mereka bersinar. Itu bukan sesuatu yang kecil. Itu adalah segalanya.
Kamu bukan sebuah kesalahan. Kamu adalah mahakarya yang sedang dalam proses. Sebuah karya seni yang terus berkembang.
Jadi, ketika hidup terasa berat, ketika kamu mulai meragukan dirimu, atau bertanya-tanya apakah semua ini berarti, ingatlah:
Kamu bukan hanya bagian dari Semesta. Kamu adalah Semesta itu sendiri.